skip to main | skip to sidebar
Senin, 06 Juni 2011 | 01.08 | 0 Comments

Otak Manusia VS. Otak Komputer


Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi jenius. Idealnya memang harus dipersiapkan sejak kecil dengan mengaktifkan fungsi otak untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdasan yang menunjang proses pembelajaran.
Bagi kita yang telah memasuki usia remaja juga dapat memberdayakan otak secara optimal, untuk itu kita harus mengetahui terlebih dahulu cara kerja otak tersebut.
Percayakah anda bahwa otak manusia lebih hebat dari komputer tercanggih pada saat ini.
Mengapa kita tidak menjadi pembelajar yang lebih baik padahal kita memiliki 200 miliar sel otak? (Ini sama banyaknya dengan jumlah bintang di sejumlah galaksi)
Mengapa kita tidak bisa lebih baik dalam mengingat sesuatu hal padahal otak kita dapat menyimpan sekitar 100 miliar bit informasi ? (Ini ekuivalen dengan 500 ensiklopedia)
Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami sesuatu hal padahal otak kita mempunyai lebih dari 100 triliun kemungkinan koneksi/sambungan? (Ini akan menjadi computer yang paling canggih)
Mengapa kita tidak lebih kreatif padahal kita rata-rata melakukan 4000 pemikiran setiap 24 jam (Itu berarti Rp 400.000,-/hari apabila satu sen per pikiran)
Penasaran dengan jawabannya?
Jawabannya sederhana, kebanyakan manusia mempunyai kebiasaan masuk ke dalam potongan kecil dari seluruh kemampuan otak mereka, mereka malas belajar dan lebih pandai mencari alasan dibanding jawaban, mereka lebih suka menyalahkan keadaan dibanding beradaptasi dengan keadaan, mereka lebih suka mengkritik daripada menjadi teladan, mereka lebih suka meniru yang sudah ada dibanding menciptakan sesuatu yang baru.
Menurut para ilmuwan di Sanford Research Institute kita hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otak kita.
Dari 10 persen itu sebagian besar hanya mengoptimalkan belahan otak kiri.
Nah, sekarang bisa kita bayangkan mengapa akhir-akhir ini banyak kita dapati orang menjadi stress, sibuk memikirkan pelajaran, pekerjaan atau masalah-masalah lain. Hal ini disebabkan karena mereka hanya mengoptimalkan sebagian kecil dari fungsi otak sedangkan bagian yang lainnya tidak dimanfaatkan (90 persen potensi kemampuan otak tetap tidak dikeluarkan).
Untuk lebih memahami kinerja otak mari kita kenali struktur otak berdasarkan “The Triune Brain Concept”
STRUKTUR OTAK MANUSIA
Ada tiga struktur pada otak manusia
  1. NeoCortex
  2. Limbic System (Mamalia)
  3. Reptilian Complex (Otak Reptil)
Neocortex
Lapisan sebelah luar dari otak mamalia adalah lapisan otak neocortex. Lapisan terluar yang hanya dimiliki oleh manusia tidak oleh mahluk lain. Keberadaan otak neocortex menjadi keistimewaan manusia. Dengan neocortex manusia mampu membaca dan menulis puisi, mampu melakukan perhitungan yang rumit, menyusun rumus-rumus dan sebagainya. Tak ada satupun binatang yang mampu melakukannya.
Satu hal penting yang harus digarisbawahi adalah otak neocortex dapat bekerja secara optimal jika didukung oleh dua lapisan otak yang lebih bawah yaitu mamalia dan reptile. Neocortex dapat berpikir secara kreatif jika emosinya senang, bersemangat, termotivasi dan instinknya merasa aman. Sebaliknya otak neocortex tidak dapat bekerja dengan baik jika otak mamalia bosan dan otak reptile terancam.
Dalam kata lain, NeoCortex adalah Komandan-nya / Direktur-nya otak
Limbic System (Mamalia)
Sebuah luar dari lapisan otak reptil terdapat lapisan otak mamalia –lymbic system-lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Peran emosi dalam kehidupan dan dan belajar telah diteliti dengan baik oleh Daniel Goleman, yang dikenal dengan Emotional Intelligence atau EQ.
Pada situasi yang membosankan dan jenuh, otak mamalia bekerja secara negatif. Misalkan pada siang yang panas, kita diminta untuk membuat suatu karangan di dalam kelas. Apa yang kita rasakan? Mungkin malas, bosan atau jenuh.
Sebaliknya apabila otak mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing dan bersemangat maka kita akan mampu menyelesaikan beragam persoalan dengan lebih baik.
Untuk contoh di atas apabila diberikan alternative penyelesaian yang lebih menarik, misalkan siswa boleh membuat karangan di mana saja yang dianggap nyaman. Boleh di taman, di perpustakaan, dan lain-lain.
Bila otak mamalia sudah mendukung hasil belajar akan lebih optimal.
Dalam kata lain, Limbic System adalah Sersan-nya / Manager-nya otak.
Reptilian (Otak Reptil)
Sistem pengamanan otak kita , utamanya dikendalikan oleh system atau otak reptile kita. Otak reptil ini terletak di lapisan paling dalam dari sel otak kita. Ia bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara normal, seperti biasanya kita. Sedangkan dalam situasi berbahaya atau mengancam ia bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan bahaya atau melarikan diri menghindari bahaya.
Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif, mestinya otak reptile dikondisikan aman. Dalam kondisi aman, otak reptile mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi aman ini, memungkinkan otak untuk lebih berani mengungkapkan ide-ide baru. Ide-ide baru yang mungkin belum pernah ditemukan orang, sehingga berkembanglah pemikiran-pemikiran kreatif.
Sementara itu dalam situasi terancam otak reptile akan memberontak. Termasuk hal-hal yang mengancam otak reptile adalah takut pada guru, takut tidak lulus, cemas mendapatkan nilai jelek atau ketakutan lainnya.
Dalam kata lain Reptilian adalah Tentara/ Polisi-nya otak kita.
BELAHAN OTAK KIRI DAN KANAN
Keberbakatan, kepandaian dan kreatifitas ditentukan oleh struktur otak. Cerebaral cortex otak dibagi dalam dua belahan, belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum.
Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan.
Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik (seperti untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika). Jadi bagian otak ini yang digunakan untuk berpikir mengenai halhal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.
Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik. Otak kanan ini mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.
Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.
Misalnya seseorang yang tidak pernah diajarkan untuk menggunakan pola pikir yang logis dan rasional akan menjadi seorang pelukis dan desainer yang hebat, tetapi kurang terbiasa dengan gambar arsitektural yang memerlukan pemikiran logis dengan susunan dan perhitungan analitis.
Juga ditemukan fakta,bahwa salah satu sisi otak yang kurang dipergunakan tersebut diaktifkan, seringkali hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya salah satu bagian saja yang aktif. Ternyata, bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik.
Pemberian beban yang sama kepada kedua dimensi pikiran ini, kita dapat berpikir lebih efektif dengan santai. Daripada hanya terbiasa dengan pola berpikir secara ilmiah atau imajinatif, tentu akan jauh lebih baik lagi bila kita mampu berpikir dengan kedua pola tersebut secara terpadu. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, anda hanya perlu melatih pengembangan kekuatan otak anda seluruhnya, dan potensi tersebut terdapat pada diri setiap orang, termasuk ANDA!!!!!!!!!!!!
MENGOPTIMALKAN KINERJA OTAK
A. Menghafal Cepat
Ada 6 tips kita dapat menghafal dengan cepat.
1. Indera
Keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
2. Buat Kesan
Untuk membuat sesuatu dapat diingat buat menjadi berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.
3. Mainkan Emosi
Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.
4. Asosiasi dan Imajinasi
Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.
5. Repitisi
Berkonsentrasilah secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.
6. Buat Password
Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.
B. Memahami Bacaan dengan cepat
Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat memahami bacaan dengan cepat adalah sebagai berikut:
  1. Bacalah hanya kata-kata yang penting seperti judul, sub judul, kata bercetak tebal, bergaris miring dan buat peta pikiran.
  2. Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, hubungkan masing-masing sub judul dengan judul. Pikirkan dengan cara menerka-nerka apa yang kira-kira dibahas dalam judul. Dengan menerka-nerka berarti mengaktifkan fungsi kerja otak.
  3. Baca kembali kata-kata penting satu kalimat pertama untuk setiap paragraph, karena biasanya ide utama setiap paragraph ada di kalimat utama yaitu kalimat pertama masing-masing paragraph, terutama untuk tulisan karya ilmiah.
  4. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Biasanya kita telah memahami isi tulisan secara umum dan menyeluruh. Apabila muncul pertanyaan dalam tulisan yang sedang kit abaca untuk mengetahui lebih detil lagi, tebaklah jawaban-jawaban yang mungkin menurut kita. Benar atau salah tebakan kita bukan masalah yang jelas dengan menebak otak kita menjadi lebih aktif
  5. Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Ulangi langkah ini, lengkapi dengan membuat peta pikiran.

C. Menghitung Cepat
Ada banyak teknik berhitung cepat, berikut beberapa teknik yang dapat membantu kita untuk berhitung lebih cepat.
Setelah membaca artikel ini anda sudah memiliki pengetahuan tentang bagaimana otak kita bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkan kerjanya.
Sekarang anda dapat membaca dan berhitung lebih cepat dan efisien, memecahkan masalah dengan lebih mudah, dan meningkatkan memori apabila anda mau mengaplikasikannya.
Terus gunakan otak Anda untuk hal yang berguna bagi masa depan dan cita-cita Anda
Read more
Kamis, 02 Juni 2011 | 21.00 | 0 Comments

UNIK: POhon Pisang Berjantung Lima



       Karangnangka(27/05),warga Desa Karangnanka kecamatan Bukateja,beberapa hari ini digegerkan oleh sebuah pohon pisang yang tidak biasa dan tidak wajar karena ke-unikannya yang dimilikinya.Betapa tidak UNIK seperti gambar diatas,,,kita dapat sama-sama melihat bahwa pohon pisang yang satu ini memiliki 5 buah bunga pisang atau yang biasa kita sebut dengan nama Jantung pisang,yang merupakan percbangan dari satu induk tangkai Buah pisang.Sontak hal ini membuat kekaguman para warga kampung karena mereka tidak pernah melihat ke-unikan pohon pisang seperti itu sebelumya.Sampai hari Jum'at ini tanggal 3 Juni 2011 masih banyak warga yang berdatangan kerumah Eyang Tonah pemilik Pohon pisang berjantung/berbunga lima ini.Tidak hanya dari warga disekitar TKP saja,namun juga banyak warga dari Desa lain yang datang karena ingin menyaksikan ke-unikan pohon Pisang tersebut.Bersambung..................................!!!!!!



Read more
Rabu, 01 Juni 2011 | 00.08 | 0 Comments

PENDIDIKAN SEKSUALITAS Untuk REMAJA

Diera moderen ini banyak sekali ancaman-ancaman untuk anak-anak kita yang masih dalam masa pertumbuhan. Kelalaian orang tua dapat menjadikan anak salah bergaul atau dapat melakukan hal-hal yang menyimpang. Kemajuan teknologi dapat mempermudah anak-anak untuk tidak sengaja melihat, sekedar coba-coba bahkan sampai kecanduan. Seperti beredarnya VCD porno, foto sampai video porno di internet, Hand phone multimedia, atau sampai menjadi korban pelecehan seksual dari orang dewasa. Dan kebanyakan korbanya adalah berawal dari anak-anak yang tidak mengetahui hal-hal tersebut sampai pada akhirnya mereka tidak sengaja melihat dan akhirnya menjadi ketagihan dan dianggap biasa.
anak
Tanggung Jawab Pendidikan Orang Tua
Tanggung jawab pendidikan, antara lain :
  • Aqidah : berikan pengenalan terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW sehingga terciptalah kepercayaan dan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
  • Akhlak/moral : ajarkan akhlak/moral yang baik serta berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari, dan jangan bosan untuk mengingatkan.
  • Ibadah : terapkan ibadah setiap waktu, terutama shalat berjamaah.
  • Intelektual : mulailah mengajak untuk bermain berkelompok, seperti belajar menggambar, menari, fashion show, dll.
  • Fisik : tidak melihatkan kekerasan baik secara langsung maupun melalui media atau gambar,
  • Sosial : menerapkan sayang sesama, lingkungan, bergotong royong dan suka menolong
  • Emosional : mengarahkan, mengendalikan emosional
  • Seksual : ajarkan sejak 5 tahun tentang pengendalian organ seks
  • Keindahan
Selain di berikan di sekolah hendaknya orang tua dapat memberikan pendidikan ini di rumah, seperti menceritakan cerita para Nabi dan Rasul.
Pendidikan Seksual
Pendidikan seksualitas adalah upaya pengajaran, penyandaran dan penerangan tentang masalah-masalah seksual kepada anak. Orang tua perlu mengajarkan beberapa hal diantaranya :
-    Mengenalkan organ seks dan perkembangannya
-    Mengendalikan fungsi dan resiko penyalahgunaan organ seks
-    Langkah pencegahan dengan memberikan bekal agama
Dunia sana : The drugs of the new Millenium
  • Remaja : adalah target pornografi
  • Teen movie – Film : “Cruel Intention” & “Jaw breakers” Sexsual eupemism (disederhanakan)
  • Seks tak bertanggung jawab (preferable & desirable)
  • Kekerasan seksual (acceptable & fun!)
  • Nice girl like seks too
  • PeRkOsAaN = Rough Sex!
Gadis : sebagai target
  • Disana 1 juta gadis hamil setiap tahun
  • Dr. Judith Reisman : Nilai perempuan ditentukan oleh bentuk & ukuran tubuh (berharga, disanjung, diinginkan, dicintai) → anorexia atau bulimia
  • Sasaran : sikap, emosi, harga diri, dasar iman!
  • Pesan masuk dalam fikiran & tubuh
Bujang : Sebagai Target
  • Dona Rice Huges : Pornografi menembak bujang (12-17) daripada gadis.
  • Biologis : laki-laki mudah terangsang & banyak masalah tak terkatakan & terpecahkan.
  • Pemanfaatan aktifitas 20x testeron – tanpa fakir tapi instink & reaksi langsung!
  • Resep instant & gampang untuk lari dari masalah & keruwetan : Baaam! Semua beres!
  • Sasaran : sikap & kebiasaan seksual setelah dewasa.
Apa yang ingin kita capai ?
  • Anak yang seksualitasnya sehat, benar dan lurus.
Beda Seks dan Seksualitas
SEKS
-    Hubungan kelamin
-    Menjadi laki-laki atau perempuan
SEKSUALITAS
  • Totalitas pribadi : melepaskan diri secara total. Mampu membackup anak-anak sehingga tidak menjadi anank yang minder/tidak PD (seperti kekurangan kondisi fisik, keterampilan) dan memberinya motivasi.
  • Apa yang kau percayai, rasakan, pikiran & bagaimana bereaksi. Seperti : mandi janabah, jima, ajarkan oleh diri sendiri (orang tua) jangan oleh orang lain, gunakan bahasa Al-Quran
  • Bagaimana anda berbudaya, bersosialisasi & berseksual. Jawaban untuk anak jika bertanya seks : cek pemahaman, gunakan bahasa yang sederhana sesuai dengan pemahamannya, kunci dengan pemahaman Al-Quran
  • Tampil ketika anda berdiri, tersenyum, berpakaian, tertawa dan menangis
  • Mununjukkan siapa diri kita
  • Ajarkan anak prinsip “Ini Badanku”
Pilihan Ortu
-    Membeo
-    Mengulang sejarah
-    Merubah fikiran : tanggung jawab dunia akhirat!
Apa yang kita lakukan ?
Prinsip Dasar :
-    Orangtua pendidik seksual : konsekkuen & respek
-    Landasannya : agama
-    Putuskan masa lalu : keluar dari tabu & saru
-    Tingkatkan terus pengetahuan dan keterampilan
Kiat dasar mengasuh seksualitas
-    Jangan borongan : mulai sedini mungkin!
-    Proaktif – Terlibat penuh : jangan tunggu anak bertanya
-    Jangan pernah eksport tanggung jawab # di “les”kan.
Mengasuh Seksualitas
-    Bagaimana menyiapkan & persiapan
-    Latihan Ngomong
-    Caranya : gunakan istilah Al-Quran
-    Miliki The Courage To Be Imperfect (jangan jaim)
-    Waspada : apa lagi ya? Hmm,,apa bahayanya
Tapi Ingat!
-    Jaga kehangatan hubungan
-    Bijaksana dalam komunikasi : Double Standard
-    Jangan kalah kata dengan anak
-    Membatasi : over strict & menduga “terlalu jauh”
-    Jangan biarkan remaja : Pilot
-    Buku dan teman : Navigator
-    Berkali selengkapnya berdasarkan tahapan perkembangan
-    Mohon pemeliharaan : DOA!
Read more
Selasa, 31 Mei 2011 | 23.50 | 0 Comments

10 Besar Pernyataan terkonyol sepanjang sejarah





     10 Besar Pernyataan terkonyol sepanjang sejarah:
  1. “Tidak ada satu alasanpun untuk tidak punya computer di rumahnya” .(KENNETH OLSEN, PRESIDEN DAN PENDIRI DIGITAL EQUIPMEN CORPOLATION, PADA TAHUN 1977)

  2. “Pesawat terbang memang sih mainan menarik, tetapi tak ada nilainya secara militer”.(MARSEKAL FERDINAND FOCH, AHLI STRATEGI MILITR PRANCIS DAN BELAKANGAN MENJADI KOMANDAN PERANG DUNIA I, PADA TAHUN 1911)

  3. “Terlepas dari segala kemajuan ilmiah di masadepan (manusia takkan pernah sampai ke bulan)”. (DR. LEE DE FOREST, PENEMU TABUNG AUDION DAN BAPA PENEMU RADIO, PADA TANGGAL 25 FEBRUARI 1967)

  4. “[Televisi] takan dapat mempertahankan pasar yang diperolehnya setelah enam bulan pertama. Orang akan segera bosan memandangi kotak jati setiap malamnya”.  (Darryl f. zanuck, pemimpin 20th century fox, pada tahun 1962)

  5. “Kami tidak suka musik mereka. Kelompok gitaris sih sudah ketinggalan jaman”(.DECCA RECORDS, KETIKA MENOLAK THE BEATLES, PADA TAHUN 1962)

  6. Bagi kebanyakan orang, pegunungan tembakau itu berefek menguntungkan”. (DR. IAN D. MECDONALD, AHLI BEDAH DARI LOS ANGELES, SEPERTI DIKUTIP DALAM MAJALAH NEWSWEEK, 18 NOVEMBER 1969)

  7. ” ‘Telepon’ ini terlalu banyak kelemahannya untuk bias dipertimbangkan serius sebagai sarana komunikasi. Pada dasarnya, alat iini tidak berharga bagi kita”. (MEMO INTERNAL SERIKAT BURUH BARAT, PADA TAHUN 1976)

  8. “Bumi adalah pusat alam semesta”. (PTOLEMY, ASTRONOM BESAR DARI MESIR, DI ABAD KE DUA)

  9. “Tak ada keajaiban penting hari ini”. (DITULIS OLEH RAJA GEORGE III DARI INGGRIS, PADA TANGGAL 4 JULI 1776)

  10. “Segala yang dapat diciptakan, telah diciptakan”. (CHARLES H. DUELL, KOMISARIS HAK PATEN AMERIKA SERIKAT, PADA TAHUN 1899)

Read more

Paradigma Dan Prinsip

Paradigma Dan Prinsip
YANG KAMU DAPATKAN ADALAH APA YANG KAMU LIHAT
Sebaiknya menjaga dirimu
Bersih dan cemerlang;
Kamu adalah
Jendela melalui mana
Kamu melihat dunia.
GEORGE BERNARD SHAW, PENULIS DRAMA INGGRIS

PERSEPSI atau PARADIGMA adalah cara kamu memandang sesuatu, pandanganmu, kerangka acuanmu, atau keyakinanmu.mungkin kalian tidak tahu bahwa Paradigma itu akan mempengaruhi banyak dalam hidupmu,misalnya caramui menyelesaikan masalah,bersikap kepada seseorang dan yang lainnya .maka dari itu kenalilah dirimu dan cari tahu apa saja macam paradigma berikut ini:

PARADIGMA TENTANG DIRI SENDIRI
Saat ini mungkin kamu bertanya-tanya, “kalau paradigmaku tentang diri sendiri sudah rusak semua, apa yang dapat ku perbuat untuk memperbaikinya?”. Salah satunya adalah dengan melewatkan waktu dengan seseorang yang percaya kepadamu dan suka membangunmu.
Tanyakan saja pada orang sukses manapun, maka kebanyakan akan mengatakan bahwa mereka mempunyai seseorang yang percaya kepada mereka…seorang guru, teman, orang tua, pengayom, kakak, nenek. Hanya satu orang saja, tidak menjadi soal siapa dia. Jangan takut bersandar pada orang ini dan ditumbuhkembangkan olehnya. Pergilah padanya untuk minta nasihat. Cobalah memandang dirimu seperti dia memandang kamu. Betapa besar perbedaanya, menggunakan paradigma baru! Seperti yang pernah dikatakan seseorang, “Kalau kamu membayangkan, Allah menghendaki kamu menjadi orang seperti apa, maka kamu akan bangkit dan takkan pernah sama lagi”.
Terkadang, mungkin kamu tidak punya siapapun untuk bersandar dan mungkin perlu hidup mandiri. Kalau kasusnya demikian, perhatikanlah kasusnya Bab berikutnya, yang akan memberimu peralatan berguna untuk membantumu membangun cita-cita.

PARADIGMA TENTANG ORANG LAIN
Kalau kamu perhatikan, akan kamu temukan bahwa kebanyakan masalahmu (soal hubungan, soal citra diri, soal sikap) adalah akibat paradigma yang keliru. Umpamanya, kalau kamu punya hubungan yang buruk denagan, katakanlah, Ayahmu, rasanya kalian berdua punya paradigma yang rusak satu sama lain. Mungkin kamu menilai sangat Ayahmu ketinggalan zaman, sedangkan Ayahmu memandangmu sebagai berandalan yang manja, yang tidak tau terima kasih. Kenyataannya, paradigma kalian mungkin saja tidak lengkap dan mengakibatkan komunikasi kalian jadi terlambat.

PARADIGMA TENTANG KEHIDUPAN
Kita juga punya paradigma tentang dunia pada umumnya. Biasanya kamu bias tahu paradigamamu dengan bertanya kepada diri sendiri : “Apa sih sumber pendorong dalam hidupmuku?”. “Apa saja sih yang aku pikirkan?”. “Siapa atau apa sih obsesiku?”. Apapun yang penting bagimu akan menjadi paradigmamu, kacamatamu atau saya suka menyebutnya, pusat kehidupanmu. Benerapa pusat kehidupan yang lebih popular lagi remaja mencakup Teman, Barang, Pacar, Sekolah, Orang tua, Olah raga/Hobi, Pahlawan, Musuh, Diri sendiri,dan kerja. Masing-masing punya sisi baiknya, tetapi semuanya tidak lengkap dan seperti yang akan diperlihatkan sebentar lagi, akan membuat hidupmu kacau. Untungnya ada satu pusat kehidupan yang selalu bias kamu andalkan. Nanti ya.

Terpusat Pada Teman
Bersahabatlah sebanyak mungkin, tetapi janganlah bangun hidupmu di atasnya. Itu landasan yang tidak stabil.

Terpusat Pada Barang
Saya pernah membaca ungkapan begini : “Kalau siapa saya adalah tergantung pada apa yang saya punya, dan apa yang saya punya sudah hilang, lalu, saya ini siapa?”.

Terpusat Pada Pacar
Semakin kamu memusatkan hidupmu pada orang lain, semakin kamu menjadi tidak menarik bagi orang tersebut. Kok bias ya? Ya, pertama-tama, kalau kamu terpusat pada seseorang, kamu tidak lagi sulit di dapat. Kedua, menyebalkan bukan kalau seseorang menggantungkan seluruh kehidupan emosionalnya padamu. Karena ketentramanya berasal darimu dan bukan dari dalam dirinya sendiri, ia selalu membutuhkan penegasan yang memuakkan.

Percayalah, kamu akan menjadi pacar yang lebih baik kalau kamu tidak terpusat pada pacarmu. Kemandirian itu lebih menarik daripada ketergantungan. Lagipula, memusatkan memusatkan hidupmu pada orang lain bukanlah menunjukkan kamu mengasihinya, melainkan tergantung kepadanya.

Terpusat Pada Kuliah
Pendidikan kita sungguh penting bagi masa depan kita dan seharusnya menjadi prioritas utama. Tetapi kita harus berhati-hati agar jangan sampai hidup kita didikte oleh keinginan masuk daftar dekan, mencapai GPA dan IP (Indeks Prestasi) hebat. Para remaja yang terpusat pada kuliah sering sekali terobsesi dengan mendapatkan nilai-nilai baik sehingga mereka lupa bahwa tujuan utama dari sekolah adalah belajar. Seperti yang telah dibuktikan oleh ribuan remaja, kamu bias sangat berprestasi di kampus sambil tetap menjaga keseimbangan yang sehat dalam hidupmu.
Untung harga diri kita bukan diukur dengan GPA kita.

Terpusat Pada Orangtua
“Saya masih memikirkan bagaimana menurut orangtua saya dan saya masih dipengaruhi oleh pendapat mereka, tetapi akhirnya, saya bertangguna jawab atas hidup saya serta perbuatan-perbuatan saya sendiri dan saya berusaha menyenangkan diri sendiri dulu sebelum menyenangkan orang lain”.

Pusat-pusat Lain Yang Mungkin
Seperti yang kamu lihat, semua pusat kehidupan tidaklah memberikan kestabilan yang kita butuhkan dalam kehidupan kita. Bukannya berarti kita tidak perlu berupaya meraih kesempurnaan dalam sesuatu. Itu harus. Tetapi ada garis tipis antara bersemangat akan sesuatu, dengan mendasarkan seluruh keberadaanmupada sesuatu itu. Dan hendaknya kita tidak melewati garis itu.

Terpusat Pada Prinsip-Inilah yang sejati
Contoh : kejujuran, pelayanan, kasih, kerja keras, hormat, rasa syukur, berkecukupan, keadilan, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab, semua itu adalah prinsip.
Umpanya, renungkanlah prinsip kerja keras. Kalau kamu belum membayar harganya, mungkin kamu bias lolos untuk sementara waktu, tetapi akhirnya kamu akan terkejar.

Prinsip Tidak Pernah Gagal
Putuskanlah hari ini untuk menjadikan prinsip-prinsip sebagai pusat hidupmu, atau paradigmamu. Dalam situasi apapun kamu berada, tanyakanlah, “Prinsip apa ya yang berlaku dalam hah ini?” Untuk setiap masalah, carilah prinsip yang akan menyelesaikannya.
Kalau kamu merasa hidupmu melelahkan dan kamu merasa kalah terus, mungkin kamu keseimbangan. Kalau kamu merasa tidak ada orang yang percaya sama kamu, mungkin prinsip kejujuran yang akan kamu butuhkan.
Read more

Perubahan Dimulai Dari Dirimu Sendiri (Dari Dalam Ke Luar)

Kita merangkak sebelum berjalan. Kita belajar aritmatika sebelum aljabar. Kita harus membenahi diri sendiri sebelum membenahi orang lain. Kalau kamu ingin membuat perubahan dalam hidupmu mulailah dari dirimu sendiri, bukannya orang tuamu, atau pacarmu, atau gurumu. Semua perubahan dimulai dari dirimu sendiri. Dari dalam ke luar.  





Bukannya dari luar ke dalam.
Saya mengutip tulisan seorang uskup Anglikan :
Sebelum aku bisa menang dalam hidup bermasyarakat, aku harus terlebih dahulu menang dalam pergaulan batin. Semua perbuatan dimulai dari diri sendiri.
Ketika aku masih kecil dan bebas,
Dan imajinasiku tidak ada batasnya,
Aku mengimpikan untuk mengubah dunia;

Ketika aku semakin besar dan
Semakin bijaksana, aku sadar bahwa
Dunia tak mungkin diubah.

Dan aku putuskan untuk mengurangi impianku
Sedikit demi sedikit dan hanya mengubah negaraku.
Tetapi itu pun tampaknya tidak mungkin.

Ketika aku memasuki usia senja,
Dalam suatu upaya terakhir, aku berusaha
Mengubah keluargaku sendiri,
Mereka yang paling dekatku, tetapi sayang,
Mereka tidak menggubrisku.

Dan sekarang, aku sadar
(mungkin untuk pertama kalinya) bahwa kalau
Saja aku mengubah diriku dulu, lalu dengan teladan
Mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku,
Dan dengan dorongan dan dukungan mereka
Mungkin aku bisa membuat negaraku
Menjadi lebih baik, dan siapa tahu,
Mungkin aku bisa mengubah dunia.


Sumber:the 7 habbits of highly effectife teens book
Read more
 
Copyright Situs-remaja © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.